‘Internet Perkecil Kesenjangan Ekonomi’

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menuturkan bahwa kehadiran internet bisa memeratakan ekonomi di masyarakat. Ia lantas mencontohkan bagaimana internet bisa melahirkan idola-idola baru lewat video, misalnya.

Profesi semacam ini memang menjadi fenomena yang sedang tumbuh di tanah air, hingga lahir istilah vlogger atau Youtuber yang terkenal dan menghasilkan penghasilan dari konten yang mereka buat.

Dengan cara ini, Sri Mulyani berharap ekonomi yang tumbuh bisa lebih inklusif. Sehingga, tak ada lagi anggapan bahwa pertumbuhan ekonomi itu elitis, alias hanya bisa dinikmati segelintir golongan saja.

 

“Dengan inklusi ekonomi, pertumbuhan tidak hanya dinikmati sekelompok kecil. (Tapi), jadi tempat bagi seluruh rakyat, sehingga aktivitas ekonomi bisa dipakai banyak orang agar tidak elitis,” tuturnya di atas panggung IdeaFest 2017 di Jakarta, Kamis (6/10).

Sebelumnya, BPS mengumumkan rasio gini Indonesia adalah 0,4 persen. Angka 1 menunjukkan ketimpangan pendapatan sempurna dan angka 0 untuk pemerataan sempurna. Dengan angka ini, ketimpangan di Indonesia disebutkan BPS ada di level menengah.

Inklusi ekonomi ini menjadi penting, karena menurutnya kesenjangan ekonomi yang tinggi malah akan menjadi ancaman bagi kestabilan dan keberlangsungan ekonomi itu sendiri.



Dukungan infrastruktur dan pendidikan
Untuk meningkatkan pemerataan ekonomi ini, Sri Mulyani yang pernah menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia menyebutkan kalau pemerintah memberikan dukungannya lewat pembangunan infrastruktur.

“Kreativitas semacam itu bisa dikonsumsi masyarakat karena ada konektivitas. Maka pemerintah mau bangun infrastruktur. Sehingga ide bisa terhubung dengan yang mengkonsumsinya.”

 

Selain itu, pemerintah juga berusaha meningkatkan jumlah orang yang bisa menghasilkan ide.

“Yang menghasilkan ide harus didorong agar semakin banyak. Pemerintah bilang pendidikan penting agar masyarakat jad inovatif. Maka anggaran pendidikan dibesarkan.”

Selain pendidikan, hal lain yang menurutnya tak kalah penting untuk tumbuhnya ide kreatif adalah 3C, confidence (kepercayaan diri), creativity (kreativitas), connectedness (konektivitas).

Agar ketiganya tumbuh, maka ia menilai adalah tugas pemerintah menciptakan situasi yang aman dan adil agar masyarakat morasa bebas, aman, dan percata diri untuk menghasilkan karya terbaik.



Mozilla Siap Kalahkan Google Crome




Untuk mengalahkan dominasi Google Chrome di pasar browser, Mozilla menyiapkan senjata baru. Mozilla mengumumkan bahwa browser Firefox Quantum telah memasuki tahap beta.

Firefox Quantum mendapatkan peningkatan pesat dari segi performa. Browser ini didesain khusus agar kompatibel dengan pengaturan multi-core yang lazim digunakan komputer saat ini.

“Firefox Quantum adalah sebuah lompatan besar ke depan sehingga Anda dapat merasakannya seketika, hanya dengan browsing situs favorit Anda,” bunyi keterangan resmi Mozilla dilansir dari laman thenextweb.



Quantum menggunakan mesin CSS baru yang ditulis dalam bahasa pemrograman Rust. Mesin CSS terbaru Firefox dapat berjalan paralel di beberapa core CPU.

Mozilla mengklaim bahwa Firefox Quantum 30 persen lebih hemat RAM dibanding Chrome. Sebab, browser ini akan memprioritaskan tab yang sedang digunakan pengguna.

Mozilla juga telah melakukan upaya signifikan untuk menghilangkan kemacetan dari Firefox. Perusahaan mengatakan telah menghilangkan 469 bug yang berdampak pada kinerja.

Hasil pengujian yang dilakukan benchmark Speedometer 2.0 menunjukkan, Firefox Quantum lebih cepat dua kali lipat dari pendahulunya.

Versi resmi Firefox Quantum akan diluncurkan setelah mendapatkan feedback dari versi beta. Rencananya, Firefox Quantum versi resmi akan dirilis pada 14 November.



Tahukah Anda, Sepekan Terakhir Matahari Mengalami Gejolak Hebat

 

 

Matahari bergejolak hebat dalam sepekan terakhir. Hanya dalam rentang tiga jam, Rabu pekan lalu, dua semburan radiasi (solar flare) meledak dari bintik raksasa di permukaan matahari.

Kedua ledakan energi itu masuk kategori X ukuran badai matahari terkuat yang dapat memicu gangguan pada komunikasi radio dan navigasi. Ledakan radiasi yang kedua bahkan menjadi yang terbesar dalam satu dekade terakhir.

Ledakan energi sekuat itu berpotensi membawa kerusakan pada satelit dan Stasiun Antariksa Internasional di orbit bumi. Namun, untunglah, Badan Antariksa Amerika Serikat memastikan stasiun dan awaknya dalam keadaan baik.

“Tak ada dampaknya pada kru dan pengoperasian stasiun. Seluruh perangkatnya juga baik-baik saja,” kata juru bicara NASA, Dan Huot, seperti ditulis Space, Jumat pekan lalu.

Sumber ledakan energi matahari raksasa kali ini berasal dari area 2673, bintik raksasa yang lebarnya mencapai 89 ribu kilometer yang setara dengan tujuh kali diameter bumi. Kawasan yang dikenal aktif ini mulai bergejolak pada Senin lalu, melepaskan gelombang radiasi dan plasma ke arah bumi.